0 item in the bag

No products in the cart.

Fine Jewellery You Can Trust

Yuk Intip Komunitas Berlian di Kauman, Pasuruan

KARATVAN.co.id – Ada yang menarik jika kita jalan-jalan ke kampung daerah Kauman, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Di tempat ini, sejumlah warga sering terlihat berkerumun memadati sejumlah teras rumah yang berada di sepanjang Gang Kauman.

Jika dilihat dari jauh, sebagian mereka seolah tampak sedang mengobrol santai dan sebagian lainnya terlihat sibuk menggosok-gosok membersihkan sesuatu, kemudian melihatnya dengan sebuah alat kaca pembesar seukuran ibu jari.

Namun, jika dilihat lebih dekat, maka akan tampak bahwa mereka adalah sekelompok pedagang permata batu berlian yang bernilai ratusan juta rupiah!

Terlihat tumpukan berlian dengan beragam bentuk dan ukuran begitu indah.

Berlian yang digunakan sebagai perhiasan, seperti cincin atau kalung, juga tidak ketinggalan berada di depan mereka yang tengah duduk bersila di atas lantai.

Salah satu pedagang sekaligus perajin batu berlian, M. Yasin (40), mengaku bahwa seluruh pedagang berlian di gang kecil yang telah menjadi sentra jual beli berlian di wilayah Bangil itu adalah keturunan suku Banjar, Martapura, Banjarmasin, Propinsi Kalimantan Selatan.

Ia tertarik menggeluti dunia usaha berlian selain karena hasil yang menggiurkan juga karena rasa kagumnya akan keindahan kilau permata berlian.

Keahlian dan aktifitas tersebut sudah lama mereka tekuni. Terutama juga lantaran mewarisi bakat dan tradisi dari nenek moyang mereka, yang diceritakan hijrah ke daerah Kauman ini pada tahun 1954 silam.

Kini, di gang kecil Kauman ini, sebuah komunitas pedagang permata dan berlian semakin bertambah menjadi sekitar 60 orang.

Perajin dan pedagang ini sebelumnya mengumpulkan batu intan, yang kemudian diolah hingga terbentuk sebuah permata berlian cantik nan bernilai tinggi.

Rata-rata batu intan yang digunakan tersebut diperoleh dari daerah Banjar, karena terkenal lebih bermutu dibanding batu intan di daerah lain.

Dengan keahliannya, sebuah batu intan pun dibentuk hanya dengan bermodal sebuah mesin penghalus sederhana secara tradsional, hingga terbentuk pola berlian. Mulai dari segi delapan, segi 24, hingga segi 32 yang berkilau gemerlap.

Harga yang ditawarkan di tempat ini juga bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah, disesuaikan dengan ukuran dan karat berlian.

Yasin menjelasakan bahwa karat sebuah berlian semakin baik jika ukuran berlian kecil namun memiliki bobot yang cukup berat.

Satu karat sebuah berlian dengan kualitas istimewa, bisa mencapai angka fantastis, yakni sebesar Rp 250 juta.

“Dulu, sekitar 15 tahun lalu, jumlah orang yang berdagang tidak sebanyak ini. Sekarang semakin banyak warga Banjar yang meneruskan hidup dengan berlian di Kauman.”, terang Yasin, sambil menempelkan berlian di ujung jarinya.

Yasin berhenti sejenak, lantaran kedua tangannya tengah sibuk mengumpulkan ceceran segenggam batu-batu permata warna-warni ke sebuah lembar kain, kemudian memasukkannya ke dalam tas yang terbuat dari kulit.

Ia pun melanjutkan dengan menceritakan bahwa saat ini omset penjualan mereka sedikit turun. Namun yang membuat dirinya lebih cemas adalah semakin sulitnya memperoleh intan yang menjadi bahan baku berlian.

Keuntungan tiap kali transaksi mereka hanya sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu saja.

Tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan yang mencapai jutaan rupiah. Saat ini dalam satu minggu, mereka berhasil bertransaksi hingga dapat menjual berlian-berlian tersebut hanya sekitar dua sampai tiga kali saja.

“Ya kalau ada rejeki bisa berlipat-lipat untungnya, namun kita kan tidak sepenuhnya mengandalkan berlian. Kita kan juga berdagang perhiasan atau permata lainnya.”, ujar Yasin.

Sementara itu, Ahmad Zaini (60) yang telah puluhan tahun bergelut dengan berlian juga mengakui bahwa dengan beriringnya waktu jumlah para pecinta berlian kian berkurang, sehingga cukup mempengaruhi tingkat pendapatannya.

Mewakili rekan-rekannya, ia hanya bisa bermimpi Komunitas Berlian Kauman Bangil ini dapat lebih berkembang dan mendapat perhatian dari pemerintah setempat berupa kemudahan permodalan maupun kemudahan ruang dalam bentuk pameran secara rutin, sebagai ajang pengenalan kepada masyarakat banyak tentang batu permata berlian.